Hanya
2 Menit ” Anda Bisa Tahu Potensi Rezeki Anda
RESENSI BUKU
Judul Buku : “ Hanya 2 Menit ” Anda
Bisa Tahu Potensi Rezeki Anda.
Pengarang : Ippho ‘Right’ Santosa
Halaman
: 109
halaman
Keunggulan & Kelemahan Buku ini
Secara keseluruhan buku ini sangat bagus, dan hampir mendekati sempurna.
Walaupun ada sedikit tanda baca yang salah atau kalimat yang kurang pantas atau
bersifat menyindir. Berdasarkan struktur kalimat atau pun gaya bahasa yang
digunakan buku ini sangat unik dan mudah dipahami. Sehingga, memberikan kesan
positif bagi para pembacanya. Selain itu, pembahasan atau isi dari buku ini
juga membuat penasaran para pembacanya. Sehingga, para pembaca pasti tertarik
untuk membaca atau memahami isi buku ini dari awal sampai akhir. Dari satu
pembahasan ke pembahasan berikutnya. Buku ini sangat menarik dan aplikatif,
khususnya bagi para pengusaha atau entrepreneur dalam meningkatkan usahanya.
Karena isi buku ini sangat inspiratif dan mengedepankan nilai-nilai emosional,
spiritual dan aplikasi otak kanan orang-orang sukses. Tapi pada umumnya, buku
ini ditujukkan kepada para pembaca yang ingin mengetahui potensi rezeki yang
ada pada diri kita sebagai para pembaca. Dan tujuan dari buku ini adalah agar
para pembaca dapat mengembangkan potensi rezeki yang ada tersebut secara
maksimal dengan menerapkan prinsip-prinsip atau tips pada buku ini. Untuk melanjutkan isi bacaan Buku ini silahkan Klik "Lihat juga yang lain di sini ... !" di bawah ini. trimakasih...
’’ Hanya 2 Menit ”
Anda Bisa Tahu Potensi Rezeki
Anda
Begitu membaca judul buku ini,
mungkin sebagian dari pembaca langsung menuduh penulis atau pengarang buku
adalah orang yang sombong dan takabur. Padahal sama sekali tidak. Buku ini
berisi tentang Bagaimana kita bisa mengetahui personality plus agar bisa jadi
sebuah potensi untuk mendapatkan rezeki. Pengarang buku ini berperan sebagai
pelaku/ tokoh utama. Sehingga,dia menggunakan kata pengganti “Saya” dalam buku
ini.
Saya tahu Waktu anda sangat
berharga. Sungguh,saya tidak mau membuang-buang waktu anda. Begini :
“Salah satu bentuk rezeki adalah
kekayaan.” Dan itulah isi buku ini.
Sekiranya,kekayaan itu adalah
bangunan, maka fondasinya adalah :
- Mindset alias pola piker yang benar.
- Passion alias gairah yang kuat.
- Value alias manfaat yang besar.
- Model alias teladan yang dekat.
Dan tiang – tiangnya adalah
- Bisnis
- Investasi
- Properti
- Emas
Karena mustahil berdiri sebuah
bangunan yang indah dan menjulang, jika anda mengabaikan fondasi dan tiang –
tiangnya. Maka sungguh – sungguhlah anda pada fondasi dan tiang – tiangnya.
Dalam buku ini akan dipaparkan
secara jelas tentang mindset yang menjadi fondasi utama membangun
kekayaan. Bahkan, dibuku ini banyak sekali model atau contoh/ teladan
yang bisa menberikan gambaran secara langsung. Kekayaan akan lebih mudah untuk
di raih jika ada contohnya. Semakin dekat, semakin baik.
Satu Menit Yang Menentukan!
Masih ingat buku klasik One-Minute
Manager? Terilhami oleh buku itu, maka inilah yang saya anjurkan dan ajarkan, One-Minute
Dream. Dalam satu menit anda mesti mampu menuliskan impian anda untuk satu
tahun ke depan dengan sangat jelas. Jika anda tidak mampu menuliskan dengan
sangat jelas, berarti anda tidak serius dengan impian anda. Paham? Nah,
Sekarang silahkan tulis tiga impian anda. Cukup tiga saja,
1.
…….
2.
…….
3.
…….
Dua Menit Yang Menentukan!
“ Sesungguhnya bila engkau meninggalkan ahli waris dalam
keadaan berkecukupan, itu lebih baik dari pada engkau meninggalkan mereka dalam
keadaan berkekurangan sehingga mereka meminta-minta kepada manusia.”
Langsung saja. Seringkah anda
membatinkan kalimat-kalimat ini?
- Biar miskin asal bahagia.
- Orang kaya itu tidak bahagia.
- Orang kaya identik dengan pelit,sombong, dan serakah. Juga sulit masuk surga.
- Uang adalah akar dari segala kejahatan.
- Saya memang kurang beruntung.
- Saya orang biasa-biasa saja, mustahil bisa kaya.
Jika anda sering membatinkan dan
membenarkan kalimat-kalimat tersebut, jelas sudah, anda tidak berpotensi kaya!
Saya ulang, anda tidak berpotensi kaya! Sungguh, anda telah membatasi potensi
rezeki anda! Karena keyakinan dan pemahaman adalah kuncinya.
Maka dari itu, ingatlah :
- Bercita-cita kaya, berarti percaya pada kekayaan Allah.
- Bermimpi besar, berarti percaya pada kebesaran Allah.
- Hanya menginginkan hal yang remeh-remeh, berarti meremehkan kemampuan Allah.
Saya yakin, anda pasti pernah mengalaminya, seperti : doa, harapan,
impian, ibadah, ikhtiar. Jika tanpa keyakinan,sampai dimana semua itu? Ingat,
ragu-ragu berarti yakin untuk gagal! Contoh,seperti kalimat “ Biar miskin
asal bahagia.” Hati-hati, kalimat ini kayaknya mulia padahal beracun.
Serius !!! Karena setiap kalimat adalah doa. Anda bisa miskin seumur hidup !
Apa mau, hah? Bukankah lebih baik kaya dan bahagia ? Ngapain pilih salah satu ?
kalau bisa dapat dua-duanya. Right ?
Memang, kekayaan bukan segalanya.
Kekayaan pun tak dapat menjamin kebahagiaan. Namun kekayaan adalah alat bantu
yang memudahakan anda dan keluarga anda untuk lebih bahagia. Bahkan, dalam
sebuah hadits Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “ Ya Allah, dan berilah aku
kekayaan dengan anugerah-Mu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Baihaqi, dan
lain-lain).
Terlepas ada orang kaya yang tinggi hati dan rendah hati, pada
kenyataannya hampir semua rumah ibadah, rumah sakit, dan sekolah dibangun oleh
orang kaya. Sejenak, tarik nafas anda dan bandingkan ini :
~ Si miskin bisa umrah. Si kaya bisa
umrah dan mengumrahkan.
~ Si miskin bisa sekolah. Si kaya
bisa sekolah dan membangun sekolah.
~ Si miskin bisa ke masjid. Si kaya
bisa ke masjid dan membangun masjid.
~ Si miskin bisa hafal Al-Quran. Si
kaya bisa hafal Al-Quran dan membangun rumah tahfidz.
~ Si miskin bisa berdzikir. Si kaya
bisa berdzikir dan membiayai majelis dzikir.
Lihatlah, dengan kekayaan, kita akan
lebih mudah untuk melaksanakan zakat, sedekah, akikah, kurban, haji, umrah,
syiar, dakwah, dan ekonomi syariah.
Menit – menit Berikutnya…
Miskin perlu bersabar. Kaya? Juga
perlu bersabar. Karena godaan itu tiada henti.
Kaya perlu bersyukur. Miskin ? juga
perlu bersyukur. Karena nikmat-Nya itu tiada henti.
Bukankah dengan syukur, kita akan
dikayakan?
v Paradoks
Orang Kaya
Di buku ini anda akan berkenalan
dengan tokoh-tokoh sukses dan kaya dengan berbagai latar belakang. Nah, inilah
ciri-ciri mereka dan uniknya muncullah sederet paradoks :
- Paradoks # 1. Adalah benar, mereka memiliki impian yang besar (imajinatif), namun mau memulai dari yang kecil dan segera.
- Paradoks # 2. Di satu sisi mereka memang tahan banting dan ‘keras’. Namun, di sisi lainnya mereka luwes dan mampu beradaptasi.
- Paradoks # 3. Dalam berproses menuju sukses dan kaya yang terkesan duniawi, ternyata mereka tetap sederhana dan memelihara amalan-amalan.
v Menyikapi
Orang Kaya
Apakah yang benar-benar anda
inginkan? Berlimpah atau sekadar cukup? Menurut saya, cukup saja tidaklah
cukup. Karena banyak perbuatan baik yang perlu uang banyak, seperti haji,umrah,
membangun masjid dan rumah tahfidz atau sekolah, sedekah, dan menegakkan
ekonomi syariah. Dengan harta yang banyak, anda bisa berbuat banyak untuk orang
banyak. Dengan berkelimpahan, anda juga bisa mencukupi keluarga, sesame, dan
agama.
Celakanya, begitu melihat orang
kaya, sebagian kita malah berburuk sangka, dendam, dengki, dongkol, curigaan,
dan menuduh sombong. Ini semua keliru! Sikap-sikap tersebut hanya akan
menghalangi potensi rezeki kita. Mestinya?
- Kita berbaik sangka terhadap mereka.
- Kita membuka hati, merendahkan hati, dan siap belajar dari mereka.
- Kita ambil sisi positif mereka, karena kita tahu tidak ada manusia yang sempurna. Ingatlah, berbaik sangka akan membaikkan keadaan. Dan berburuk sangka akan memburukkan keadaan.
v Menyikapi
Dendam
Perlu anda ketahui, ada 3D yang
menghalangi rezeki : dendam, dengki, dongkol. Coba anda bayangkan. Anda dendam,
mikirin dia terus. Sementara dia tidak pernah mikirin anda. Yang blo’on siapa
coba? Tolong dijawab!! Hehe…
Kalau anda tidak pendendam anda
pasti lebih sukses, lebih sehat, dan lebih bahagia. Pasti begitu, karena
memaafkan itu menguatkan. Sebaliknya, dendam itu malah melemahkan. Jadi apabila
orang lain dendam kepada anda, jangan sampai anda dendam kepada orang lain.
Karena bukan musuh yang menghalangi potensi rezeki anda, melainkan dendam anda
terhadap musuhlah yang menghalangi potensi rezeki anda. Ingatlah hal ini dalam
karier, bisnis, pertandingan dan lain-lain.
v Menyikapi
Dengki
Tahukah anda, dengki itu bagaikan,
“anda minum racun, terus anda berharap orang lain yang mati.” Yang goblok siapa
coba? Bahkan, 3D ini bukan saja jadi penyakit hati, namun juga dapat menjadi
penyakit bagi tubuh! Pun menghanguskan amal! Ngeri! Tolong renungkan ini : “
Agar naik pangkat atau menang bersaing, anda tidak perlu orang lain dipecat
atau bangkrut.
Jadi milikilah sikap yang membuat
orang lain dengki terhadap anda. Misalkan anda menjadi orang yang kaya dan
orang yang berkarya. Adapun untuk menyikapi orang yang dengki adalah dengan
introspeksi, bersyukur dan teruslah berprestasi dalam hidup anda.Yang penting,
jangan mentang-mentang kaya, lalu anda merasa diri superior. Sombong tuh!
Takabur tuh! Jangan sampai! Karena orang yang hina menurut kita,bisa jadi lebih
mulia di hadapan Allah.
v Menyikapi
Perdebatan
Hindari debat! Energi positif kita
akan terhalang bahkan hilang, karena debat. Memang debat ada manfaatnya, namun
lebih besar mudharatnya. Mu-dha-rat! Ingatlah,salah satu ciri pecundang itu
lebih mengutamakan omongan daripada tindakan.
v Menyikapi
Buruk Sangka
Hendaknya kita menghindari berburuk
sangka terhadap orang lain, diri sendiri dan Yang Maha Kuasa. Sebaliknya,
berbaik sangkalah terhadap tiga pihak ini, atau istilah nya Positivity
triangle. Karena sayang banget jika kita telah berusaha, berdoa, dan beramal dengan
sungguh-sungguh, namun hati masih membatin. Kalau anda masih suka membatin,
berarti anda belum bersyukur dan berbaik sangka pada-Nya.
v Menyikapi
Impian
Di buku 10 Jurus Terlarang saya
menganjurkan dan mengajarkan untuk bermimpi besar. Namun jauh lebih dari itu,
saya juga mengajak untuk bertawakal jauh lebih besar. Saya yakin, Sandiaga Uno
pernah berpikir dan bermimpi untuk kaya. Namun ia sendiri tidak pernah
menyangka dirinya akan sekaya ini. Dan begitu juga Tukul Arwana, pasti pernah
berpikir dan bermimpi untuk tenar. Namun, ia sendiri tidak pernah menyangka
dirinya akan setenar ini.
Jujur, saya pernah menduga buku-buku
saya bakal laris, namun saya sendiri tidak pernah menyangka buku-buku saya akan
selaris ini. Nah, inilah yang saya maksud dengan, “ Mimpi boleh besar, namun
tawakalnya harus jauh lebih besar.” Nanti, hasilnya malah menakjubkan dan
mengejutkan!!!
v Menyikapi
Barang Mahal
Ngomong-ngomong, emang ada barang
yang mahal???
Sebenarnya, hampir-hampir tidak ada
barang yang maha. Mungkin kitanya saja yang belum terlalu kaya. Daripada
mendiskon harga diri anda dengan bertanya, “kok mahal ya?” Kalimat tersebut
membuat pikiran bawah sadar anda menegaskan. “Saya tidak pantas memiliki barang
itu.”
Lebih baik anda bertanya dalam hati,
“Bagaimana caranya ya, supaya saya bisa membeli barang itu?” Dan anda pertegas
dalam hati, “Insya Allah 6 bulan lagi, barang itu murah bagi saya. Aamiin.”
v Standar
Kekayaan
Terakhir. Sungguh, ukuran sukses dan
kaya itu bukanlah ditetapkan dari luar, melainkan ditetapkan dari dalam. Dari
diri anda sendiri. Inilah sejatinya. Jadi jangan membanding-bandingkan diri
anda dengan orang lain, terutama orang yang di atas anda. Lha,kapan
bersyukurnya? Jadi, bandingkanlah diri anda yang sekarang dengan diri anda yang
dahulu.Apa pun progresnya, disyukuri. Cuma punya motor butut. Cuma punya ponsel
lama. Cuma punya TV cembung. Yah tetap saja, semuanya wajib disyukuri. Justru
dengan bersyukur :
ü Energi akan positif
ü Pikiran akan jernih
ü Perasaan akan teduh
ü Potensi rezeki akan terbuka
ü Nikmat-nikmat akan ditambah
ü Ujung-ujungnya, kita akan
dikayakan. Right?
Rahasia Saya Sebagai Motivator
“ Sedekah yang paling utama adalah
sedekah yang engkau berikan ketika engkau dalam keadaan sehat lagi kikir, takut
terhadap kemiskinan dan menginginkan kekayaan.” (H.R Bukhari)
Pada saat saya berada di Macau,
sebagian orang berpikir sukses dan kaya itu seperti pertaruhan (judi). Padahal
tidak. Karena, kalau kita tahu ilmunya, sukses dan kaya itu hampir-hampir
menjadi sesuatu yang pasti. Ini serius! Saran saya, dengan menyisihkan uang dan
waktu untuk belajar. Misalnya, belajar melalui buku dan seminar. Soalnya,
dengan pembelajaran akan terjadi percepatan. Siapapun tahu, sukses itu perlu
pengorbanan! Catat itu!
Para peserta seminar rela jauh-jauh untuk belajar dan mengikuti
pelatihan dari orang yang telah teruji sukses. Banyak juga yang datang demi
mengikuti seminar saya. Misalnya, ada yang datang dari Malaysia, Singapura,
Brunei dan Mesir. Sudah jelas, harga tiket pesawat mereka lebih mahal daripada
harga tiket seminar saya. Pada saat seminar, ternyata sangat banyak peserta
seminar yang tertarik untuk menjadi motivator. Mereka pun bertanya tentang
berbagai hal kepada saya. Dan kerendahan hati, saya pun sharing kepada mereka.
Mungkin inilah rahasia sukses saya
sebagai motivator. Terutama soal membangun nama (Personal Branding). Pada
awalnya, saya menulis di bulletin di sebuah kantor. Terus, tulisan itu saya
poles dan saya munculkan di Koran setempat, Batam Pos yang
merupakan bagian dari Jawa Pos Group. Yang koran-korannya
tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Dan berhasil! Sekitar 20-an
koran di berbagai kota memuat tulisan saya, rutin setiap minggunya. Otomatis,
orang-orang di berbagai kota mulai mengenal saya.
Tidak cukup sampai di situ, tulisan-tulisan tersebut saya himpun dan
dijadikan sebuah buku. Dan terbitlah buku pertama saya tahun 2005, melalui Gramedia
Pustaka Utama yang mengalami cetak ulang sampai tiga kali. Bestseller,
istilahnya. Tak terelakkan, Indonesia makin mengenal saya. Dan saya pun
diundang ke berbagai kota untuk berseminar. Titik baliknya terjadi, ketika saya
menulis buku 10 Jurus Terlarang, diikuti dengan 7 Keajaiban Rezeki
dan Percepatan Rezeki, terbitan Elex Media Komputindo.
Karena buku-buku itu, saya pun
diidentikkan dengan biangnya otak kanan. Dan Alhamdulillah, buku 7
Keajaiban Rezeki menjadi buku non-fiksi terlaris sepanjang 2010-2011.
Atau istilahnya Mega Bestseller. Dalam waktu singkat, mencapai ratusan ribu
peserta seminar.
SUKSES BESAR = PEMBEDA ABADI x DAYA
UNGKIT x KESESUAIAN MOMENTUM.
Di sini, terlihat jelas saya
berkali-kali memanfaatkan daya ungkit (leverage). Yaitu media besar dan
penerbit besar seperti Batam Pos, Jawa Pos Group, Tribun, Gramedia Pustaka Utama,
dan Elex Media Komputindo. Selain itu saya juga memanfaatkan daya ungkit radio,
majalah, dan televisi. Baik local maupun nasional. Terkait uang, daya ungkitnya
adalah bank, property, dan emas. Dan daya ungkit terkait spiritualnya adalah
niat, kebersamaan, sedekah, dhuha, dan ikhlas. Bayangkan, kalau semua daya
ungkit ini benar-benar diupayakan dan diberdayakan. Wah, wah, dampaknya pasti
sangat dahsyat dan bisa melampaui akal sehat. (Sebagai motivator, saya telah
membuktikanya. Sekarang, giliran Anda!!)
Rahasia Saya Sebagai Entrepreneur
“ Sesungguhnya Nabi Allah Daud AS,
ia makan dari hasil kerjanya. “ (HR. Bukhari)
Soal bisnis nih, bagi teman-teman
yang tengah berjuang dari nol bahkan minus, jangan pusingin pendapat orang.
Pusingin saja pendapatan anda, hehehehe…. Dan satu hal yang ingin saya
sampaikan. Hormat saya untuk anda. Ingin rasanya saya menjabat tangan anda.
Kenapa? Karena tidak semua orang mau dan mampu ‘membeli’ dunia ini dengan
perjuangan. Anda beda! Anda melakukannya! Itu kan hebat ! Yang penting,
luruskan saja niat anda dan sempurnakan saja ikhtiar anda. Tahan Banting! Saran
lagi nih, kalau mau sukses, buang tuh gengsi. Kalau sudah sukses, hidup bisa
bergengsi! Lagian, hidup kok buat gengsi-gengsian? Yang diperbanyak itu aksi,
bukan gengsi. Right?
Ketika SMA, saya pernah berjualan ikat pinggang. Dan jadi bisnis pertama
saya. Ketika kuliah di Malaysia, saya jualan air, batik dan burger. Yah, lumaya
lama. Untuk burger, saya melakukannya hampir 3 tahun, dari jam 6 sore sampai
jam 1 malam,setiap harinya.
Dan ketika tamat kuliah, tiba di Batam, saya bekerja di beberapa
perusahaan. Nyambi jadi dosen. Bisnis sampingan saya adalah terjemahan. Yah,
kebetulan saya bisa Bahasa Inggris sedikit-sedikit. Bermodalkan Rp500 ribu,
saya pun take action. Uang itu saya gunakan untuk pasang iklan di Batam Pos,
tentang jasa terjemahan saya. Eng-ing-eng! Lumayan, dapat order jutaan rupiah.
Bahkan, saya sempat dapat proyek terjemahan dari ILO-PBB. (Terlihat jelas tidak
perlu modal besar untuk memulai bisnis. Jadi, apabila mengeluh tentang modal
hanya menunjukkan betapa tidak kreatifnya anda). Berusaha untuk tahan banting,
maka bersama mitra, saya menjajal bisnis makanan : donat, gado-gado, soto, dan
bakso. Satu per satu. Alhamdulillah, semuanya tutup juga satu per satu, hehehe.
Tutup dengan sukses! Nah, enaknya berbisnis makanan di Batam, saya sudah punya
karyawan. Hehehe
Rahasia Kekayaan Donald Trump &
Robert Kiyosaki
Upgrade-lah computer. Jika tidak,
itu akan menuju downgrade. Asahlah kecerdasan. Jika tidak, anda akan
menuju kebodohan. Bangunlah kekayaan. Jika tidak, anda akan menuju kemiskinan.
Pada pertengahan September 2011,
saya mengikuti sebuah kongres Akbar yang langka di Sydney, Australia. Kok
langka? Yah pembicaranya, papan atas semua! Sebut saja Donald Trump (salah satu
selebriti terkaya di dunia), Tony Robbins (pelatih sukses nomor satu di dunia),
Robert Kiyosaki (guru kekayaan nomor satu di dunia), Kim Kiyosaki (penulis Rich
Woman), dan Harv Eker (penulis Secrets of the Milionaire Mind). Tak diragukan
lagi, pemikiran mereka telah mempengaruhi secara mendalam pemikiran para
motivator di seluruh dunia.
Setelah kongres, saya dipersilakan makan siang dan diskusi langsung
dengan para pembicara. Saya sempat menanyakan satu hal yang agak pribadi kepada
pasangan Robert Kiyosaki dan Kim Kiyosaki. Mereka menjawab dengan panjang lebar
dan penuh antusias. Nah, salah satu pesan mereka kepada saya adalah, “make
money and have fun!” Tentu saja, bukan semata-mata bersenang-senang sendirian.
Tapi, juga bermanfaat pada sesama. Ya berkah, ya berlimpah.
Pada malam hari setelah kongres, saya berkesempatan makan malam dengan
Donald Trump. Kebetulan saya adalah orang pertama yang berdiskusi dengan beliau
malam itu. Ada satu hal yang apik dan menarik. Mencermati pertanyaan dan
gerakan saya, Donald Trump berkomentar, “Look at him, He’s aggressive. He’s an
entrepreneur.” Mendengar komentar ini, tamu-tamu VIP lainnya langsung riuh
bertepuk tangan. Menurutnya, hanya mereka yang tahan banting dan agresif
saja yang layak menjadi entrepreneur.
Dalam buku anyarnya, Donald Trump dan Robert Kiyosaki memaparkan tentang
Midas Touch (Seolah-olah apa-apa yang disentuh akan berubah menjadi emas).
Menurut penulisnya, Midas Touch itu terdiri dari lima jari. Ibu jari mewakili
kekuatan karakter. Jari telunjuk mewakili kekuatan focus. Jari tengah mewakili
kekuatan merek. Jari tengah mewakili kekuatan hubungan. Terakhir, jari
kelingking mewakili hal-hal kecil namun berdampak besar. Dan saran saya,
sengajalah membangun kekayaan. Jika tidak, anda sengaja menuju
kemiskinan.
Rahasia Sukses Chairul Tanjung &
Muhammad Yunus
“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu
dari kekufuran , kefakiran,dan azab kubur. Tiada Tuhan selain Engkau. “ (HR.
Abu Dawud & Ahmad)
Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16
Juni 1962. Pada tahun 1981, Chairul menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi
Oetomo. Dan lulus dari Universitas Indonesia tahun 1987, Ia mengambil jurusan
Kedokteran Gigi. Pada tahun 1984-1985, ia sempat di anugerahi penghargaan
sebagai “Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional.” Pada saat kuliah ia mulai
menceburi dunia bisnis. Bahkan, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kuliah,
ia berjualan buku kuliah dan stensilan, kaos, dan lain-lain di kampus. Ia juga
membuka bisnis fotokopi di kampus.
Lalu, ia mendirikan took
peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen, Jakarta Pusat. Tapi,
toko tersebut kemudian bangkrut. Dan pengalaman jatuh bangun ini sama sekali
tidak menyurutkan langkahnya. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama
bersama tiga rekannya pada tahun 1987. Dengan bermodalkan 150 juta dari Bank
Exim, mereka membesut sepatu anak-anak untuk tujuan ekspor. Akan tetapi, karena
perbedaan visi bisnis, Chairul memilih untuk berpisah dan mendirikan bisnis
sendiri.
Kesabaran Chairul Tanjung pun berbuah. Bisnisnya menggurita. Seiring
perjalanan waktu, inilah tiga bisnis intinya: keuangan, property dan
multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini dinamai
Bank Mega. Di bawah CT Corp (dulunya Para Group) miliknya, terdapat Para Global
Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan
Para Inti Propertindo (property). Bisnis-bisnis yang tersohor adalah Trans TV,
Trans 7, Trans Studio, Bandung SuperMall, dan 40 persen saham Carrefour.
Terakhir, ia juga memborong saham detik.com. Menurut majalah Forbes- Majalah
yang sering merilis daftar orang terkaya dunia- Chairul Tanjung adalah salah
satu orang terkaya dunia selama beberapa tahun terakhir.
Inilah rahasia di balik kesuksesan Chairul Tanjung. Menurutnya, modal
memang penting dalam membangun bisnis. Tapi, kesabaran itu jauh lebih penting.
Karena membangun bisnis, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Selain
relasi dan integritas, ia juga menyarankan agar generasi muda mau bersabar
dalam berbisnis. Pantang menyerah, tahan banting, dan tidak mudah tergoda
dengan jalan instan. Kata-kata ini telah ia buktikan.
Kita beralih ke Muhammad Yunus di Bangladesh. Ia menyelesaikan
pendidikan S1 dan S2 di Chittagong, kemudian mendapatkan beasiswa untuk S3 dari
Vanderbilt University, Amerika. Sejak awal 1970-an, selama 30 tahun, ia selalu
berjuang untuk mengentaskan kemiskinan. Setidaknya, di negaranya. Ilmu-ilmu
akademis yang ia pelajari tak mampu menjawab resah dan gelisahnya.
Akhirnya, ia memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan dan belajar langsung
dari orang-orang miskin.
Sepanjang tahun 1975 hingga 1976, dengan sabar, ia mengajak
mahasiswa-mahasiswanya berkeliling di desa Jobra. Ia menemukan setitik
pencerahan ketika bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu.
Karena ketidaan modal, wanita tersebut terpaksa meminjam uang kepada rentenir
dengan bunga 10 persen. Uang tersebut digunakan untuk membeli bambu sebagai
bahan baku. Ia pun menyimpulkan system ekonomi seperti ini, membuat orang-orang
miskin tidak bisa menabung atau berinvestasi untuk pertumbuhan usahanya.
Bahkan, amat sulit untuk keluar dari garis kemiskinan. Sungguh ironis.
Nah, kiprah nya pun dimulai dengan memberikan kredit dari kantongnya
sendiri sejumlah 17 dolar kepada 42 orang miskin. Jadi, pinjaman yang
dikucurkan kurang dari 1 dolar untuk setiap orangnya. Walaupun jumlah pinjaman
itu kecil, tapi karena tanpa agunan, ianya berhasil meningkatkan omset pembuat
bangku. Kemudian, pelan-pelan Muhammad Yunus berhasil meyakinkan pihak bank,
bahwa orang-orang desa sanggup mengembalikan pinjaman. Dan ternyata benar,
berkat kesabaranya mendampingi orang-orang desa. Jumlah itu terus berkembang
menjadi ratusan orang. Dan berkembang lagi dari satu desa jadi ratusan desa.
Itulah cikal bakal berdirinya sebuah bank sekitar 25 tahun kemudian. Tepatnya
pada 2 Oktober 1983, dengan nama Grameen Bank.
Hingga saat ini Grameen Bank telah melayani hampir 50 persen penduduk
miskin di Bangladesh. Karena tujuan utama bank tersebut adalah menyalurkan
kredit mikro bagi orang-orang miskin, namun tidak memberikan ikan melainkan
memberikan pancing. Ini luar biasa, karena total kredit yang dikembalikan
sekitar 99 persen. Pada tahun 2003, Muhammad Yunus meluncurkan program “The
Struggling Members”. Dimana melalui program ini, sekitar 47000 pengemis di
Bangladesh berhasil terbantu. Mereka menjadi pengusaha kecil, tanpa perlu lagi
meminta-minta. Pantaslah pada tahun 2006 Muhammad Yunus dianugerahi Nobel
Perdamaian, walaupun ia bukan politisi, bukan pula penemu.
Rahasia Sukses Azim Premji &
Ahmadinejad
Tidak ada yang salah dengan kata
‘pecundang’ dan ‘miskin’.
Hanya orang bermental pecundang
Yang tersinggung dengan kata ‘pecundang’.
Hanya orang bermental miskin
Yang tersinggung dengan kata ‘miskin’.
Kaya atau belum kaya, tetaplah bermental kaya.
Hanya orang bermental pecundang
Yang tersinggung dengan kata ‘pecundang’.
Hanya orang bermental miskin
Yang tersinggung dengan kata ‘miskin’.
Kaya atau belum kaya, tetaplah bermental kaya.
Lahir di India dari keluarga yang minoritas, Azim Premzi yang menganut
agama Islam dan merutinkan shalat dhuha, sebenarnya menjadi pengusaha karena
factor keterdesakan. Ayahnya yang memiliki bisnis minyak goring, meninggal saat
Azim Premzi masih berusia 21 tahun. Saat itu, ia tengah belajar di Universitas
Stanford Amerika. Segera dipanggil pulang ke India,untuk menggantikan posisi
ayahnya. Dan di usia semuda itu, ia langsung di uji untuk meneruskan bisnis
keluarganya. Namun, usia muda membuat sejumlah orang meragukan kerja dan
kinerjanya. Pada saat itulah, ia menunjukkan kecerdasannya.Dengan tangan
dingin, ia membeli saham orang-orang yang meragukannya, lalu mengganti mereka
dengan yang lain.Kemudian, ia juga memutar haluan core business dari
minyak goring menjadi teknologi computer. Sebab, dari ilmu yang ia pelajari di
Amerika, ia menemukan teknologi computer akan menjadi bisnis yang sangat
menguntungkan di masa mendatang. Ternyata, perubahan ini menjadi titik balik
bagi perusahaannya.
Sehari-hari, seperti apakah Azim Premzi? Jika berrtemu dengannya di
jalan, pastilah kita tidak akan menyangka bagaimana penampilannya. Kadang, ia
naik kendaraan umum. Bahkan,di kantornya ia tidak mempunyai parker khusus
layaknya CEO lainnya. Sederhana, bersahaja. Padahal, ia salah satu oramg
terkaya dunia versi majalah Forbes dan salah satu orang paling
berpengaruh di dunia versi majalah Time. Terkait resep sukses, ia pernah
wanti-wanti, “ Ketika menginginkan kesuksesan, anda harus merasa tertantang
akan sesuatu. Lalu setelah itu, anda memiliki ketepatan hati untuk
menghadapinya. Pada kenyataannya, orang-orang menjadi pengusaha
dikarenakan tantangan-tantangan yang menarik. Misalkan, ingin mengubah dunia,
ingin menemukan sesuatu,dan lain-lain.
Walaupun umur saya sudah tua, saya tetap menyelesaikan kuliah saya di
bidang teknik elektro.”Gigih adalah salah satu resepnya”. “Nilai-nilai
adalah prioritas yang mendahului segalanya dan pastilah bisnis yang sukses akan
mengikuti di belakangnya.” Selain merutinkan shalat dhuha (orang yang
merutinkan shalat dhuha adalah orang yang paling dekat dengan kejayaan), ia
juga menunjukkan kepeduliaannya kepada sesama, terutama di dunia pendidikan. Karena
itulah, ia mendirikan Yayasan Azim Premji, yang menyekolahkan 1,8 juta siswa.
Di Indonesia, tokoh yang mirip dengan Azim Premji adalah Sandiaga Uno, salah
satu orang terkaya Indonesia yang juga sederhana, merutinkan shalat dhuha, dan
peduli kepada sesama.
Pada 24 Juni 2005, di Iran ada seorang tokoh yang menjadi buah bibir
karena keberhasilannya menjadi Presiden, yang hampir-hampir tanpa kampanye.
Siapakah dia? Dialah Ahmadinejad. Bukan karena dia tidak sanggup berkampanye,
tetapi karena sebelumnya seluruh gajinya sebagai walikota ia sumbangkan dan ia
hidup dari gajinya sebagai dosen. Ia lahir di pedesaan, sekitar 120 kilometer
dari Teheran. Orang tuanya, seorang tukang besi, Ahmad Saborjihan, memberinya
nama ‘Mahmud Saborjihan’ lalu mengubahnya menjadi ‘Mahmud Ahmadinejad’.
Ras yang unggul, itulah makna nama Ahmadinejad.
Ketika masih menjabat sebagai walikota Teheran periode 2003-2005, yang
memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta, ia sering menyapu jalan-jalan
di Teheran. Ia juga menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga
larut malam. Tidak cukup sampai disitu, ia pun mengambil kebijakan yang
bersifat religious, seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan,
melipatgandakan pinjaman bagi pasangan muda yang hendak menikah, membagi-bagikan
sup gratis bagi orang miskin setiap pecan.dan menjadikan rumah dinas sebagai
museum publik. Ia sendiri tinggal di rumah pribadinya di kawasan miskin
berukuran 170 meter persegi. Salah satu pencapaiannya adalah secara dramatis
menekan tingkat kemacetan. Setelah dua tahun menjabat, ia pun masuk dalam
finalis walikota-walikota terbaik dunia, World Major 2005. Ia bukan ulama,
bukan pula tokoh revolusi. Akan tetapi dia mampu memenangkan pemilu
dengan 61 persen suara.
Ketika memenangkan pemilu lalu
menjadi Presiden, inilah yang ia lakukan:
ü Menyumbangkan
seluruh karpet istana yang sangat mahal pada masjid-masjid di Teheran dan
menggantinya dengan karpet biasa.
ü Meminta
menteri-menteri untuk selalu hidup sederhana dan ditegaskan bahwa rekening
pribadi mereka akan selalu diawasi.
ü Tidak mengambil
gajinya sebagai Presiden. Ia hanya mengambil gajinya sebagai dosen, sejumlah
250 dolar.
ü Ketika azan
berkumandang, ia pun langsung mendirikan sholat dimanapun ia berada.
Di sini terlihat jelas, Ahmadinejad
memilih hidup sederhana. Meskipun memiliki kehidupan yang hebat, dahsyat, dan
luar biasa! Bertabur prestasi di sana sini. Ia juga menunjukkan kepeduliannya
kepada sesama.
Rahasia Kekayaan Abdurrahman Bin Auf
& Usman bin Affan
“ Kenal orang-orang hebat, tidak
perlu nge-fans.
Cukup belajar saja dari mereka
Kalaupun harus nge-fans, nge-fans-lah kepada Nabi dan sahabat-sahabatnya.
Cukup belajar saja dari mereka
Kalaupun harus nge-fans, nge-fans-lah kepada Nabi dan sahabat-sahabatnya.
Abdurrahman bin Auf lahir 10 tahun setelah Tahun Gajah. Berasal dari
Bani Zuhrah, ia berkerabat dengan Usman bin Affan dan Sa’ad bin Abi Waqqas.
Setelah hijrah ke Madinah, ia dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi. Ketika
dijanjikan harta oleh saudara barunya, ia malah bertanya, “ Dimanakah pasar?”
Ia hanya meminta saudara barunya itu membeli sepetak tanah yang kurang berharga
yang terletak di samping pasar. Kemudian tanah itu ia tawar-tawarkan kepada
khalayak. Siapa saja boleh berdagang di tanah itu secara cuma-cuma, tanpa perlu
membayar sewa. Hanya saja, apabila memperoleh keuntungan, ia menghimbau agar
diberikan bagi hasil seikhlasnya. Para pedagang menyambut gembira tawaran
itu.Tatkala terjadi peristiwa Tabuk dan membutuhkan banyak perbekalan, ia pun
menyedekahkan hampir seluruh hartanya. Lihatlah, betapa dermawannya dia.
Suatu hari, Nabi bertanya kepada Abdurrahman, “Wahai Abdurrahman, apa
yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dijawablah oleh Abdurrahman, “ Wahai
Nabi, aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik
daripada yang telah aku sedekahkan.” Kembali Nabi bertanya, “Berapakah yang
engkau tinggalkan?” Dijawab lagi oleh Abdurrahman, “sebanyak rezeki, kebaikan,
dan upah yang dijanjikan Allah.” Mari kita amati jasa-jasa Abdurrahman bin Auf:
- Ia adalah satu dari delapan orang pertama yang memeluk agama Islam. Tepat dua hari setelah Abu Bakar. Ia dan Abu Bakar adalah segelintir sahabat Nabi yang berani sedekah 100%.
- Ia berpakaian sederhana,sampai-sampai tiada bedanya dengan budaknya.
- Ia hampir selalu menemani perjuangan-perjuangan Nabi di lapangan. Bahkan kaki dan mulutnya sampai terluka. Ia menyantuni istri-istri Nabi setelah Nabi wafat, juga menyantuni veteran-veteran perang.
- Karena kesolehannya, ia pernah ditawari menjadi Khalifah, juga ditawari dimakamkan di sebelah makam Nabi. Namun, ia menolaknya, merasa tidak pantas.
- Ulama-ulama sedunia sepakat, ia adalah satu diantara sepuluh orang yang dijamin masuk surga.
Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Usman
adalah sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, yang juga khalifah ketiga dalam
Khulafaur Rasyidin. Ia disebut-sebut pemalu, yang juga disebut ‘Dzunnurain’ (memiliki
dua cahaya). Ia diakui sebagai hartawan, yang juga diakui sebagai Dermawan.
Saat peristiwa Tabuk, Usman menyedekahkan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda,
ditambah 1000 dirham. Yang nilainya sama dengan sepertiga biaya yang diperlukan
untuk peristiwa tersebut. Pernah juga ia membeli sumur dari kaum lain seharga
200.000 dirham yang kemudian sumur itu ia sedekahkan untuk kepentingan
khalayak.
Suatu ketika, Madinah mengalami paceklik. Amat sulit untuk memperoleh
bahan-bahan makanan. Maka datanglah Kafilah dagang Usman dari Negeri Syam.
Kafilah itu terdiri dari 1000 ekor unta yang membawa gandum, minyak zaitun,
kismis dan lain sebagainya. Penduduk Madinah pun menyambutnya dengan penuh
sukacita. Para pedagang berebut mendekati Usman. Semua barang dagangan dan
bahan-bahan makanan yang dibawa Kafilah Usman dari Negeri Syam disedekahkan
kepada fakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan. Ia melakukannya
karena Allah semata. Terbukti, betapa dermawannya Usman.
Setelah Khalifah kedua Umar bin Khatab wafat, maka digelarlah musyawarah
untuk memilih Khalifah selanjutnya. Ada beberapa kandidat khalifah yang
diusulkan, diantaranya, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdurrahman
bin Auf. Pada saat itu, kelompok cenderung memilih Usman. Maka diangkatlah
Usman yang berumur 70 tahun, menjadi khalifah ketiga sekaligus khalifah tertua.
Jasanya yang terbesar adalah kebijakan untuk mengumpulkan Al Quran dalam satu
kitab.
Dengan kekayaan dan kekuasaanya, Usman tiada henti berbuat kebaikan demi
kebaikan. Walaupun sebagian besar hartanya telah ia sedekahkan untuk membantu
umat, namun hartanya tidak pernah berkurang melainkan bertambah, bertambah, dan
bertambah.
ü Ia memiliki tabungan
sebanyak 150 ribu dinar dan 1000 dirham, juga mewariskan beberapa sumur senilai
200 ribu dinar (setara dengan ratusan miliar rupiah).
ü Ia mewariskan lading
(property) sepanjang wilayah Aris dan Khaibar.
ü Maka benarlah sedekah itu
mengayakan.
Menit – menit Terakhir…
Jika bersua orang Hebat, maka
tanyalah dua hal,
“ Apa saja action-nya? Apa saja amalnya?”
“ Apa saja action-nya? Apa saja amalnya?”
# Cara Pandang Yang Positif
Saat ini, anda telah belajar dari
para model atau tokoh-tokoh sukses dengan berbagai latar belakang. Semoga anda
bisa memetik banyak pelajaran dari mereka.
- Donald Trump dan Chairul Tanjung yang identik dengan istilah “tahan banting”.
- Azim Premji, Muhammad Yunus, dan Ahamdinejad yang identik dengan istilah “sederhana”.
- Abdurrahman bin Auf, dan Usman bin Affan yang identik dengan istilah “dermawan”.
Dari tokoh-tokoh tersebut, sangat
bertolak belakang dengan definisi sukses dan derivative sukses selama ini. Nah,
kisah-kisah tadi mempositifkan pandangan Anda terhadap konsep sukses. Lebih
jauh lagi, kesuksesan hendaknya melalui proses. Sehingga,ianya bisa tahan lama,
bisa diajarkan, dan bisa ditiru (duplikasi). Intinya, Sukses itu adalah singkatan
dari Suka Proses. Misalkan, mau menjadi seorang Direktur? Anda mesti melalui
proses dengan menjadi staff terlebih dahulu. Karena kalau kita tumbuh melalui
proses, ketika sukses, kita akan menghargai orang-orang yang tengah berproses.
Mudah-mudahan kita terhindar dari sifat sombong dan zalim seperti Firaun dan
Abu Lahab.
# Cara Pikir Yang Memberdayakan
“ Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik
bentuk.”
Dari kutipan ayat di atas, manusia
disebut dengan kata ‘ahsan’ yang berarti ‘terbaik’. Jadi, manusia adalah
ciptaan-Nya yang terbaik, bukan sekadar baik. Salah satu buktinya adalah
manusia dianugerahi kemampuan untuk bermimpi. Tepatnya, memiliki impian atau
imajinasi. Bahkan, malaikat pun tidak dianugerahi kemampuan ini. Bukankah imajinasi
lebih penting daripada ilmu pengetahuan? Ini pesan Albert Einstein.
Bukti lain manusia sebagai mahluk yang terbaik adalah adanya anugerah
untuk percaya atau tidak percaya. Karena percaya (yakin) itu sangat penting
dalam kehidupan manusia. Dan menjadi fondasi untuk action, amal, dan doa kita.
Begitu anda percaya (yakin), artinya
anda telah menyelesaikan setengah pekerjaan. Sungguh seperti itulah adanya.
Jadi kesimpulannya, beberapa cara pikir yang memberdayakan dan mengayakan
adalah sebagai berikut :
ü Kita adalah mahluk-Nya yang
terbaik, melebihi mahluk manapun.
ü Apabila Dia telah ridha,
dengan imajinasi, kita bisa mencapai prestasi apapun.
ü Apabila Dia telah ridha,
dengan percaya, kita bisa menjemput keajaiban apapun.
# Cara Pikir Yang Melemahkan
Dan sebagai pembanding, adapun
beberapa cara pikir yang melemahkan dan memiskinkan. Karena tidak sedikit
orang-orang yang berpikir seperti ini :
ü Melarat, lalu
menyalah-nyalahkan pemerintah.
ü Goblok, lalu
menyalah-nyalahkan sekolah.
ü Bengal, lalu
menyalah-menyalahkan pergaulan.
ü Tidak Soleh, lalu
menyalah-nyalahkan keluarga.
Mengapa kita harus menyalahkan pihak
lain, padahal cara pikir kita sendiri yang salah. “Bukankah kita adalah
penanggung jawab atas diri kita?” Di dalam kitab suci Al Quran, Allah memuji
Nabi Sulaiman dan Nabi Ayub, sebagai sebaik-baiknya hamba dan dianggap taat.
(QS 38:30&44). Jadi, “Manakah yang lebih utama, orang kaya yang bersyukur
ataukah orang miskin yang bersabar?”.
# Cara Pikir ‘Dan’ Bukan ‘Atau’
Mohon maaf, orang miskin sering
berpikir pakai ‘atau’. Misalnya, “Menabung atau berlibur ya?” Sebenarnya tidak
ada yang salah dengan pemikiran ini. Karena kondisi keuanganlah yang
mengharuskan demikian. Memilih salah satunya. Yang salah adalah kalau
pemikiran-pemikiran ini diterapkan dalam cakupan kehidupan yang lebih luas.
Inilah disebut dengan mental miskin. Misalnya :
ü Pilih kaya atau bahagia ya?
ü Pilih uang atau kesehatan
ya?
ü Pilih bisnis atau keluarga
ya?
ü Pilih dunia atau akhirat ya?
Bukankah kita bisa memilih
kedua-duanya? Bukankah keduanya pula yang dianjurkan dan diajarkan oleh agama?
Maka berpikirlah pakai ‘dan’ :
- Kaya dan bahagia
- Uang dan kesehatan
- Bisnis dan keluarga
- Dunia dan akhirat
Nah, tercapai atau belum tercapai,
tetap niatkan dan ikhtiarkan seperti itu. Kalau diniatkan, sungguh, ini akan
mendekatkan kita pada kenyataan!
# Menyederhanakan Kekayaan
Ada pesan yang begitu penting dari
buku ini. Ini dia. “Hidup tidak boleh sederhana”. Lho kok gitu?
Karena menurut saya, hidup itu mesti
hebat, mesti dahsyat, dan mesti luar biasa! Nah, sederhana itu dalam bersikap.
Sekali lagi, sederhana itu dalam bersikap. Right?
Di buku ini, saya bolak-balik
berbicara soal kekayaan. Blak-blakan. Apakah itu berarti saya mengajak anda
untuk tergila-gila dan menuhankan kekayaan? Sama sekali tidak. Justru saya
ingin anda memaknai ulang konsep kekayaan. Tepatnya, menyederhanakan kekayaan.
Dimana anda dan keluarga anda menikmati harta sekedarnya saja. Selebihnya
biarlah sesame dan agama yang menikmatinya. Dengan kata lain, konsumsi
secukupnya, distribusikan sebanyaknya. Karena sejatinya kekayaan itu bukan soal
mengumpulkan, melainkan soal membagikan.
Dengan segala kerendahan hati, saya
beritahukan bahwa saya dan keluarga saya berusaha menikmati harta sekadarnya,
secukupnya. Walau teramat jauh dari sempurna, tapi saya senang-senang saja
menjalani gaya hidup seperti ini.Hm, anda beda pendapat dengan saya? Yah, nggak
apa-apa. Beda pendapatan saja wajar, apalagi beda pendapat. Hehehehe….
Yang terakhir, buat anda :
v Kalau belum
kaya? Janganlah rendah hati.
v Kalau sudah
kaya? Tetaplah rendah hati.
v Kalau nggak
kaya-kaya? Janganlah makan hati. Heheheheee…..
Terimakasih Anda telah meluangkan waktu untuk membacanya, semoga bermanfaat...!
By : Vaishol Gibran
Terimakasih Anda telah meluangkan waktu untuk membacanya, semoga bermanfaat...!
By : Vaishol Gibran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar